CEO Pfizer: Vaksin Pfizer tetap Penting Meskipun Ada Pil Anti Virus Covid

Ilustrasi vaksin. (Unsplash/Spencer Davis)

CNBC, JAKARTA - Dilansir dari CNBC, CEO Pfizer, yakni Albert Bourla mengatakan bahwa meskipun telah ada pil anti virus Covid, vaksin masih tetap penting untuk memutus rantai penularan Covid-19 (05/11). 

“Fakta bahwa kita memiliki pengobatan sama sekali bukan alasan untuk tidak melakukan vaksin, sebenarnya kita tetap harus melaksanakan vaksin. Beberapa sayangnya akan terkena penyakit ini,” kata Bourla dalam sebuah wawancara dengan “ Squawk Box ”.

Pil antivirus adalah “untuk orang yang sudah terkena penyakit. Ini untuk orang sakit, tujuannya di sini untuk mencegah orang sakit,” kata Bourla. Di situlah suntikan booster Covid masuk, tambahnya. “Penguat dibutuhkan karena tanpa mereka kita tidak akan pernah bisa menyingkirkan lingkaran setan penyakit ini.”

Sebagian orang masih mengalami infeksi dan timbul gejala yang parah. Pada saat itulah pil digunakan. Jika pil ini segera disetujui, akan sangat berguna. “Kita perlu mendapatkan kekebalan kelompok,” kata Bourla.

CEO Pfizer mengatakan bahwa pil covid diberikan dalam kombinasi dengan obat HIV yang kerap kali digunakan untuk mengurangi risiko rawat inap atau kematian sebesar 89 persen. Terutama pada orang dewasa yang berisiko tinggi terpapar virus corona. 

Jika segera disetujui oleh regulator kesehatan AS, kemungkinan pil ini akan mengubah perekonomian akibat pandemi global yang sedang berlangsung. Dari pihak Pfizer sendiri berencana untuk mengirimkan data ke FDA atau Food and Drug Administration sesegera mungkin. 

“Kami berencana untuk menyerahkannya sebelum musim liburan,” tutup Bourla.

- Dwi Oktaviani (Politeknik Negeri Jakarta)

Komentar