Lebih Baik Tidur 1-2 Jam atau Tidak Sama Sekali?


Pexels.com/Marcus Aurelius

Pada dasarnya orang dewasa membutuhkan lebih dari 7 jam untuk tidur per malam dan anak-anak usia 6 hingga 12 tahun membutuhkan 9 hingga 12 jam untuk kesehatan yang optimal. 

Bagi orang dewasa yang hidupnya dipenuhi dengan kesibukan seringkali tidak mendapatkan jumlah tidur yang cukup, terlebih jika mempunyai anak kecil yang selalu menangis di malam hari. Sebuah survei nasional tahun 2014 menemukan bahwa sekitar 35% orang Amerika tidak tidur selama 7 jam per malam. 

Ketika terbangun di pagi hari namun merasa bingung apakah harus tidur selama beberapa jam atau tidur, hal yang harus dilakukan adalah lebih baik tidur. 

Tidur merupakan kondisi ketika tubuh memperbaiki jaringannya, mengisi kembali hormon, dan mentransfer ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Jika melewatkan tidur malam, fungsi mental, dan suasana hati akan menurun secara signifikan pada keesokan harinya. 

Ketika manusia terbangun dalam waktu 18 jam, hal itu menyebabkan gangguan mental yang sama seperti memiliki kandungan alkohol dalam darah 0,05 persen dan terbangun selama 24 jam setara dengan 0,10 persen. Melewatkan waktu tidur sama dengan mabuk. 

Saat seseorang tidur, tubuh akan berputar dalam empat tahap. Tidur kira-kira 90 menit pada malam hari akan mendapatkan 4 hingga 6 siklus tidur. Tidur selama beberapa jam atau kurang bukanlah hal yang ideal, tetapi tetap mendapatkan memberikan tubuh satu siklus. 

Idealnya, ada baiknya untuk tidur setidaknya 90 menit agar tubuh memiliki waktu untuk menjalani satu siklus penuh. Penelitian telah menemukan bahwa tidur dalam waktu 90 hingga 110 menit dapat membantu grogi saat bangun dibandingkan dengan sesi tidur 60 menit. 

Tidur selama 1 hingga 2 jam dapat menurunkan tekanan tidur dan membuat seseorang  merasa tidak terlalu lelah di pagi hari dibandingkan jika begadang semalaman.

Intinya jika berada di dalam kondisi di mana harus memilih antara tidur dalam waktu 1-2 jam atau tidak tidur sama sekali, pilihlah untuk tidur. Karena hal itu dapat menyelesaikan satu siklus tidur dan dapat meminimalkan rasa grogi. 

Tidur dalam berapa menit pun lebih baik daripada tidak tidur sama sekali, bahkan jika itu tidur siang selama 20 menit. 

Dwi Oktaviani (Politeknik Negeri Jakarta)

Komentar